Tancapkanlah niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini dan selanjutnya sebagai musim untuk menghasilkan berbagai macam kebaikan dan memetik pahala sebanyak-banyaknya. Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita lalui karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan Ramadhan ini. Ingat sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”
Bagaimana Menyambut Bulan Suci Ramadhan #1
Tancapkanlah niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini dan selanjutnya sebagai musim untuk menghasilkan berbagai macam kebaikan dan memetik pahala sebanyak-banyaknya. Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita lalui karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan Ramadhan ini. Ingat sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”
Bertaubat dengan sungguh-sunguh
“Setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah yang bertaubat” demikian sabda Rasulullah Saw. seperti yang diwartakan Ahmad dan Ibnu Majah. Di antara karunia Allah adalah selalu mengulang-ulang kehadiran momen-momen kebaikan. Ada momen yang diulang setiap pekan, bulan, tahun dan lain-lain. Ramadhan adalah salah satu dari momen tersebut yang selalu datang setiap tahun. Ketika seorang hamba tenggelam dalam kelalaian karena harta benda, anak istri, dan perhiasan dunia lain yang membuat dia lupa kepada Rabbnya, terbius dengan godaan setan, dan terjatuh ke dalam berbagai macam bentuk maksiat datang bulan Ramadhan untuk mengingatkannya dari kelalaiannya, mengembalikannya kepada Rabbnya, dan mengajaknya kembali memperbaharui taubatnya. Ramadhan adalah bulan yang sangat layak untuk memperbarui taubat; karena di dalamnya dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa, dan diangkat derajat. Jika seorang hamba selalu dituntut untuk bertaubat setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini lebih dituntut lagi; karena Ramadhan adalah bulan mulia waktu dimana rahmat-rahmat Allah turun ke bumi. Mana para pendosa? Mana orang-orang yang melampaui batas? Mana orang-orang yang selalu bermaksiat kepada Allah siang malam? Mana orang-orang yang membalas nikmat Allah dengan maksiat, memerangi Allah di bumi-Nya, dan menentangnya dalam kekuasan-Nya? Segeralah bertaubat! Karena tak satu pun dari kita yang bersih dari dosa dan bebas dari maksiat. Pintu taubat selalu terbuka dan Allah senang dan gembira dengan taubat hambanya. Taubat yang sungguh-sungguh atau taubat nasuha adalah dengan meninggalkan maksiat yang dilakukan, menyesali apa yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak kembali mengulangi maksiat tersebut, dan jika dosa yang dilakukannya berkaitan dengan hak orang lain hendaknya meminta maaf dan kerelaan dari orang tersebut.
Buat temen2.. apa yang aku tulis ini bisa jadi bahan perenungan betapa berharganya keluarga kita.. betapa pentingnya kedekatan kita bersama mereka.. selamat membaca..
setelah membaca postingan temanku di blognya soal kecintaan temanku pada ayahnya, aku langsung teringat dengan ayahku yang sudah meninggal kira2 dua setengah tahun yang lalu.. rasa sedih itu muncul lagi.. aku mengingat kesalahan2ku dulu pada ayahku.. dulu aku merasa tidak dekat dengan ayahku.. begitu pula dengan saudara2ku yang lain.. entah mengapa.. kami sering menghindar dari ayah kami.. kami lebih cendrung dekat dengan ibu..mungkin semuanya karena ayahku pemarah.. tapi,, apakah kami harus menghindarinya.. Beliau itu jelas2 ayah kami yang mencari nafkah untuk kami… bodohnya aku ini.. saat2 terakhir aku bertemu dengannya yaitu saat aku masih semester 1 TPB di ITB.. saat itu ayahku sakit keras.. beliau perokok berat.. penyakit2 kronis menghampirinya sekaligus.. gangguan paru2, hati, ginjal dan jantung menghantamnya sekaligus.. ayahku sempat dirawat 2 bulan di rumah sakit tapi beliau merasa bosan dan ingin dirawat di rumah saja, lagipula sekarang sudah lumayan membaik kondisinya.. sebenarnya karena keterbatasan biaya juga kami akhirnya membawanya pulang.. saat itu aku masih baru masuk ITB, aku masih sempat bertemu dengannya di rumah sakit..
yap.. sudah sekian lama aq mengumpulkan bukti2 yang kuperlukan untuk meyakinkan dirku sendiri bahwa semua penantian akan sebuah jawaban yang kini telah menuju suatu titik yang benar2 menjadi harapanku.. keinginanku.. dengan susah payah aku berusaha seperti layaknya seorang detektif yang berusaha mengumpulkan serpihan2 informasi dan bukti yang terpencar entah kemana… aku buat jebakan2 yang bisa membuat bukti itu muncul di hadapanku dan sejauh ini rencanaku ini berhasil..sekarang , yang aku butuhkan hanya 10% bukti tersisa.. bukti ini hanya bisa aku dapatkan langsung dari orang yang memilikinya.. aku tidak butuh jebakan2 itu lagi.. aku hanya butuh jawaban dari orang itu secepatnya sebelum waktu penantian berakhir.. jawaban itu akan menjadi jawaban final yang melengkapi 100% keyakinanku… Kapankah bisa kudapatkan jawaban itu?? tak kan pernah berhenti berharap..
beberapa hari belakngan ini aq melalui hari2 yang sebelumnya tidak pernah kukira akan terjadi.. benar2 pengalaman pertama bagiku.. yap, seperti judul post ini,, aku melalui hari2 yang sangat aneh, bersama seseorang yang aneh juga, yang tingkah lakunya aneh juga, serba tak jelas… tapi,, muncul perasaan aneh yang mebuatku merasa menjadi orang yang aneh juga seperti dirinya,, serba tak jelas.. tapi, keanehan2 itu membuat aku merasa menjadi diriku sendiri.. aku merasa senang dengan segala ketidakjelasan ini…… hanya saja aku tak mau semuanya terus seperti ini. aku ingin semuanya lebih jelas.. aku tak mau selamya melalui hari2 aneh ini.. aku ingin hari2ku lebih baik dari ini.. Jadi, buat seseorang yang kutulis dalam post ini,, mari segera kita akhiri saja ketidakjelasan ini..

tak terasa sudah tiga tahun aku dan 3 orang temanku angkatan 2006 yang lain menjadi bagian dari asrama etos bandung.. suka duka hidup di asrama sudah pernah kami alami..rasanya sudah sangat bosan bertemu dengan orang-orang yang sama selama tiga tahun.. sekarang di akhir masa pensiunku, apa yang akan aku lakukan..muncul sebuah keinginan untuk menikmati masa pensiunku dari Etos dengan tidak melakukan apapun.. tapi nampaknya aku harus memberikan kontribusiku yang terakhir untuk asramaku.. yah minimal jadi ketua seleksi aku rasa sudah lebih dari cukup.. bulan depan aku KP dan sekaligus menjadi akhir keberadaanku di asrama etos.. entah apa yang aku rasakan sekarang.. jujur aku senang bisa hidup di lingkungan yang baru nanti, tapi aku masih bingung.. mau tinggal di mana ya??? Tapi, aku yakin bahwa suatu saat nanti aku akan sangat merindukan suasana asrama, aku akan sangat rindu dengan rasa kebersamaan di asrama.. hiks..hiks.. mudah-mudahan aku tidak akan melupakan kenangan-kenangan itu,, semoga saudara-saudaraku di asrama juga tidak lupa padaku.. biarlah kulupakan semua kenangan buruk yang pernah kualami,, akan hanya ada kenangan2 indah di hatiku bersama saudara2ku.. Selamat menempuh perjuangan teman2!! kami angkatan 2006 akan selalu mendukung kalian.. maafkan segala kekhilafan yang pernah kami lakukan.. Hidup Etos!! Remember, Transformation is Our Traditon..
tak terasa semester 6 sebentar lagi berakhir.. UAS akan segera dimulai minggu depan.. tugas-tugas masih menggunung menunngu deadlinenya terlampaui, sebentar lagi KP juga dimuali, tidak ada waktu untuk berlibur dan bersantai-santai..sudah siapkah teman2 sipil menghadapi semuanya?? apakah ada rasa mengeluh dalam diri kalian?? keluhan bukanlah solusi yang tepat untuk menghadapi semuanya.. manfaatkan sisa waktu kita seminggu ini untuk bisa lebih produktif menyelesaikan kewajiban-kewajiban kita yang sudah lama tertunda.. jangan pernah ada rasa takut dalam diri kita..hadapi semuanya seperti yang ditulis temanku :“Changing the Face” can change nothing, but “Facing the Change” can change everything..
apakah kamu sudah merasa menjadi seseorang yang dewasa? kedewasaan bukan dilihat dari ukuran fisik tubuh kita.. kamu bisa dengan mudah mengukur kedewasaanmu dari seberapa sering kamu mengeluh ketika menghadapi suatu masalah.. semakin banyak kamu mengeluh maka semakin tidak dewasa dirimu.. ketika dulu kamu mengambil sebuah keputusan atau pilihan namun kemudian kamu sekarang merasa menyesal atas pilihanmu kemudian kamu mengeluh, apakah pantas kamu mengeluh?? lalu siap orang yang dulu pernah mengambil pilihan itu?? ya.. kamu.. jadi pantaskah kamu mengeluh??.. Rasa syukurlah kunci dari setiap masalah yang kamu hadapi berkaitan dengan segala pilihan yang pernah kamu ambil di masa lampau.. ketika kita mampu bersyukur maka kita tidak akan mengeluh.. saat kita tidak mengeluh maka nampaklah bahwa kita memiliki tingkat kedewasaan yang tinggi.. So, jangan mengeluh OK!!
ini salah satu point penting yang saya dapatkan dalam training motivation kemarin. trainer bercerita tentang pengalamannya ketika memberikan training dalam sebuah acara yang pesertanya semua adalah perempuan (akhwat). trainer memberikan sebuah simulasi, semua peserta disuruh untuk menggambar apapun yang menggambarkan diri mereka sendiri.
Lucu, banyak peserta yang menggambar aneh-aneh. ada yang menggambar kelinci, ketika ditanya mengapa menggambar kelinci katanya si perempuan kerjaannya makan sayur melulu kayak kelinci.. pokoknya kebanyakan orang menggambar sesuatu yang maknanya dangkal. tapi, trainer kaget ketika melihat peserta yang lain menggambar bunga mawar merah berduri dengan background berwarna hitam gelap. kemudian wanita itu ditanya mengapa dia menggambar mawar merah berduri. wanita itu menjawab, ” mawar itu selalu identik dengan keindahan dan semua orang pasti tahu hal itu, namun apakah semua orang tahu bahwa mawar itu selalu dilengkapi dengan duri? tidak, mereka bahkan selalu menganggap duri itu menggangu keindahan mawar. apakah itu benar?? tidak, justru mawar terlihat lengkap dan sempurna ketika ada duri pada dirinya.
lalu apa hubungannya dengan diriku ini yang seorang wanita?? seorang wanita selalu identik dengan keindahannya seperti bunga mawar itu, lalu apa duri itu?? duri itulah yang membuat seorang wanita muslimah sempurna.. duri itu adalah aturan-aturan dan larangan-larangan dari Allah bagi seorang wanita.. dengan aturan-aturan itulah maka seorang wanita muslimah menjadi sempurna dan terjaga.”subhanallah.. lalu trainer bertanya lagi, ” kenapa backgroundnya berwarna hitam?”. wanita itu menjawab, ” warna hitam itu menunjukkan bahwa bunga mawar berduri itu berada di tepi jurang. untuk mendapatkannya perlu perjuangan.. bunga itu adalah identitas seorang muslimah..bunga itu tidak tumbuh di taman karena jika tumbuh di taman maka orang akan dengan mudah memetiknya.. bagi seorang muslimah, jika ada yang ingin menjadi pendamping mereka, maka laki-laki itu haruslah orang yang memiliki keberanian yang besar dan rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk memetik bunga mawar berduri di tepi jurang itu.”Subhanallah..





